Hadirnya dirimu adalah sebuah kebenaran…
Menjadi belahan jiwa dari kaum sang Adam…
Hatimu sebening embun yang hanya dapat disentuh, oleh ketulusan…
Ada garis yang membentuk di atas padang pasir,
Lalu hancur hilang tak beratur, tersapu badai…
Tapi kamu sebagai Perempuan yang selalu tertindas,
Masih berdiri kokoh disini, menatap kedepan…
(dedicated to R.A Kartini and her people…) 
Advertisement